Tata Cara Sholat Subuh 2 Raka'at Lengkap Panduannya

Ofasholatan - Insya Allah pada halaman ini kita akan belajar tata cara Shalat subuh lengkap panduannya. Perlu diketahui, sholat subuh adalah salah satu shalat wajib 5 waktu yang jumlah raka'atnya paling sedikit diantara shalat wajib lainnya, yakni 2 (dua) raka'at.

Adapun untuk waktu shalat subuh, para ulama bersepakat awal waktu sholat shubuh adalah terbitnya fajar shadiq, dan dianjurkan untuk mengerjakannya shalat subuh di awal waktu.

Meskipun jumlah rokaat sholat subuh terbilang paling sedikit dibanding dengan sholat fardhu lainnya, tetapi biasanya masjid atau mushola terlihat semakin besar ketika sholat subuh :D alias jama'ahnya sedikit. Ya mungkin karena masih menikmati tidur dan waktu tersebut sedang nikmat-nikmatnya tidur. Tetapi sungguh luar biasa jika kita selalu melaksanakan sholat subuh berjama'ah. Semoga dengan mempalajari tata cara sholat subuh ini, membangkitkan semangat kita semua untuk selalu melaksanakan subuh berjamaah. Amin.

Berikut adalah panduan lengkapnya.

[DAFTAR ISI]
  1. Raka'at Pertama
  2. Raka'at Kedua (Terakhir)
  3. Berzikir dan Wirid
  4. Berdoa setelah Sholat

#1 - Raka'at Pertama Shalat Subuh

  1. Niat Sholat
    panduan tata cara sholat subuh
    Ilustrasi: Berdiri tegak (membaca niat sholat)
    Sebelum takbiratul ikhram, kita berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat sholat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah sholat karena Allah SWT. Untuk bacaan niat sholat subuh secara lengkap dapat Anda pelajari pada artikel yang berjudul "Niat Sholat Subuh 2 Raka'at Lengkap
  2. Takbiratul Ikhram
    tata cara sholat ashar 4 rakaat
    Ilustrasi : Takbiratul Ikhram - mengucap takbir
    Takbiratul ikhram merupakah rukun sholat. Sehingga tidak akan sah sholat seseorang jika dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun sholat. Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), bukan mengangkat kedua tangan. Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.
  3. Berdiri Bersedekap
    Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "ALLAAHU AKBAR") kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.
    tutorial lengkap sholat ashar 4 rakaat
    Ilustrasi: Berdiri tegak, bersedekap
    kemudian membaca :
    • Doa Iftitah
      Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka'at pertama dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah. Adapun hukum membaca doa iftitah dalam sholat adalah Sunnah. Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah
      اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا. وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا. وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. إِنِّىْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْى ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
    • Membaca Surat Fatihah
      Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah. Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun sholat pada setiap raka'at, baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca. Adapun lafadz bacaannya adalah sebagai berikut :
      بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
      Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
      رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
    • Membaca Surat atau Ayat-ayat tertentu dari Al-Qur'an
      Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat atau surat Al-Qur'an. Dalam panduan sholat subuh disini, saya contohkan membaca Surat Al-Qaa'riah, berikut bacaannya:
      اَلْقَارِعَةُ (١) مَا الْقَارِعَةُ (٢) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (٣) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (٤) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (٥) فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (٦) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (٧) وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (٨) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (٩) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (١٠) نَارٌ حَامِيَةٌ (١١)
  4. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Menurut kesepakatan ulama, ruku' merupakan salah satu rukun sholat . Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah...". Adapun tentang tuma'ninah yaitu berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian ruku'ah sehingga engkau ruku' dengan tuma'ninah"

    Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Ketika ruku', posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin.
    Ilustrasi : Ruku ketika sholat
    Seraya membaca bacaan ketika ruku' seperti berikut ini:
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  5. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Ilustrasi: I'tidal (bangun dari ruku')
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Ilustrasi: Berdiri tegak setelah bangun dari ruku'
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud
  6. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Menurut ijma', sujud dalam setiap raka'at sebanyak dua kali termasuk rukun sholat. Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj : 77 yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah..."
    Ilustrasi: Sujud saat shalat
    Adapun tata cara sujud adalah sebagai berikut :
    • Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
    • Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
    • Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
      سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
      * Keterangan: Dibaca 3 kali
      Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.
  7. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Ini juga merupakan salah satu rukun sholat, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW yang artinya: "Kemudian bersujudlah sampai sujudmu tuma'ninah, kemudian bangkitlah sampai engkau duduk dengan tuma'ninah, kemudian sujudlah sampai engkau sujud dengan tuma'ninah"
    Ilustrasi: Duduk diantara dua sujud
    Adapun cara duduk diantara dua sujud adalah sebagai berikut:
    • Duduk diatas telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah

    • Kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut, kemudian membaca doa berikut ini :
      رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
    Kemudian mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian melakukan kembali sujud yang kedua kalinya pada raka'at pertama
  8. Sujud Kedua
    Ilustrasi: Sujud saat shalat

    Untuk sujud kedua cara dan bacaannya sama seperti halnya sujud pertama, yaitu:
    • Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud)
    • Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung diatas sajadah. Dengan posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak
    • Meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud. Berikut bacaannya:
      سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
      * Keterangan: Dibaca 3 kali
      Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" lalu bersedekap. Dan dilanjutkan ke roka'at kedua / raka'at akhir sholat subuh.

#2 - Raka'at Kedua / Raka'at Terakhir Shalat Subuh

Ilustrasi: Berdiri tegak, bersedekap dalam shalat
Setelah bangun dari sujud kedua pada raka'at pertama, maka selanjutnya berdiri tegak dengan posisi tangan bersedekap yakni meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati. Kemudian :
  1. Membaca Surat Fatihah
    Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa membaca Surat Al-Fatihah merupakan rukun sholat yang wajib dibaca. Berikut bacaannya :
    بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَلرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ. اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ. اِهْدِنَاالصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ. صَرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِالْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضَّآلِّيْنَ
    Setelah selesai membaca Surat Fatihah kemudian diam sejenak dan membaca doa (kalimat) berikut ini dengan pelan-pelan
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ. آمِيْن
  2. Membaca Surat/Ayat Al-Qur'an
    Pada raka'at kedua setelah membaca Surat Al-Fatihah, sebagai contoh disini saya kemudian membaca surat Al-Zalzalah. Anda bisa menggantinya dengan ayat atau surat-surat al-qur'an lainnya setelah Surat Fatihah. Berikut adalah bacaan surat Al-Zalzalah.
    إِذَا زُلْزِلَتِ الأرْضُ زِلْزَالَهَا (١)وَأَخْرَجَتِ الأرْضُ أَثْقَالَهَا (٢)وَقَالَ الإنْسَانُ مَا لَهَا (٣)يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (٤)بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (٥)يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (٦)فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (٧)وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (٨)
  3. Ruku' disertai Tuma'ninah
    Ilustrasi: Ruku'
    Sebelum ruku' terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR). Ketika ruku', posisi pungguh dan kepala sejajar membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin. Adapun bacaan ketika ruku adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
  4. I'tidal setelah Ruku' disertai Tuma'ninah
    Ilustrasi: I'tidal (bangun dari ruku')
    Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
    Ilustrasi : Berdiri tegak setelah bangun dari ruku'
    Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
    رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءُ السَّموَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُمَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ
    Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa qunut, dengan posisi masih tetap berdiri
  5. Membaca Doa Qunut
    Banyak berbagai pendapat tentang hukum qunut. Pendapat 4 Madzhab terkait doa qunut juga berbeda-beda. Para ulama Syafi’iyyah berpendapat bahwa tidak terdapat qunut pada shalat witir kecuali disaat setengah akhir pada bulan Romadhan. Serta tak ada qunut pada sholat 5 waktu yang lainnya kecuali dalam sholat shubuh dalam berbagai kondisi (baik itu keadaan kaum muslimin lagi mengalami musibah maupun tidak). Selengkapnya mengenai hal ini, silakan bisa pelajari pada artikel yang berjudul "Lafadz Doa Qunut Subuh, Qunut Witir dan Qunut Nazilah Lengkap"

    Adapun untuk bacaan doa qunut subuh adalah sebagai berikut:
    اَللهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَاأَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَيُقْضَى عَلَيْكَ، فَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَيَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَاقَضَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَبَارَكَ وَسَلَّمَ
    Setelah selesai membaca doa qunut, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud yang pertama pada raka'at terakhir sholat subuh.
  6. Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Ilustrasi: Sujud
    Untuk tata cara sujud sudah saya jelaskan diatas. Adapun bacaan ketika sujud adalah sebagai berikut :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
    Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud pada raka'at kedua/terakhir
  7. Duduk diantara Dua Sujud disertai dengan Tuma'ninah
    Ilustrasi: Duduk diantara dua sujud
    Penjelasan mengenai duduk diantara dua sujud sudah saya paparkan pada raka'at pertama diatas. Jika duduk sudah sempurna, maka membaca doa/kalimat berikut :
    رَبِّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ
    Kemudian mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kembali melakukan sujud yang kedua pada raka'at terakhir (kedua) sholat subuh.
  8. Sujud Kedua pada Raka'at Terakhir
    Ilustrasi: Sujud saat shalat
    Sama seperti pada sujud-sujud pada raka'at lainnya, dan membaca :
    سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
    * Keterangan: Dibaca 3 kali
    Kemudian bangun dari sujud seraya mengucapkan "ALLAAHU AKBAR" untuk kemudian duduk tasyahud akhir (tahiyyat akhir).
  9. Duduk Tasyahud (Tahiyyat) Akhir
    Ilustrasi: Duduk Tahiyyat Akhir
    Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal. Adapun cara duduk tahiyyah akhir adalah sebagai berikut :
    • Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
    • Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat اِلاَّاللهُ (IL-LALLAAHI), sementara jari-jari yang lain menggenggam
    • Telapak tangan kiri diletakkan diatas lutut kiri
    Adapun untuk bacaan tasyahhud atau tahiyyat akhir secara lengkap adalah sebagai berikut :
    اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِاللهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ اَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّاللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهُ، اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ ﻟِﻲ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَﺳْﺮَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَﺳْﺮَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي. أَنْتَ الْـمُقَدِّمُ وَ أَنْتَ الْـمُؤَخِّرُ لَآ إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. اللَّهمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كَبِيْرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ، فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ. يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
    * Keterangan: Bacaan tasyahhud akhir diatas merupakan bacaan secara lengkap dengan doa-doa setelah tasyahud akhir sebelum salam.
  10. Mengucapkan Salam
    Mengucapkan salam merupakan salah satu rukun shalat. Hal ini berdasarkan dalil Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    مِفْتَاحُ الصَّلَاةِ الطُّهُورُ، وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ، وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
    Artinya :
    "Kunci shalat adalah bersuci, yang mengharamkannya adalah takbiratul ihram, dan yang menghalalkannya adalah salam." (HR. Ahmad, Abu Daud, Turmudzi, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
    Ilustrasi: Salam dalam shalat
    Adapun bacaan salam ketika sholat adalah sebagai berikut :
    اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
    Tata cara salam :
    • Mengucap salam seraya telunjuk jari kanan di tarik kembali dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan seluruhnya dari belakang
    • Diteruskan dengan mengucapkan salam kembali seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri kelihatan dari belakang

BERDZIKIR dan WIRID setelah SHOLAT

Setelah salam, artinya kita sudah selesai melaksanakan sholat fardhu. Kemudian dilanjutkan dengan membaca wirid dan dzikir kepada Allah SWT (kalau memang ada waktu) namun sebisa mungkin diusahakan untuk wirid atau wiridan setelah sholat.

Sebagaimana yang sudah kami share pada artikel sebelumnya, menurut Imam Abdul Rahman Al-Aseggaf sebagaimana yang beliau sampaikan kepada murid-muridnya terkait wirid dan dzikir bahwa:
Barang siapa tidak memiliki wirid maka dia ibarat kera, dan barang siapa tidak memiliki dzikir maka dia bukan laki-laki.
Adapun redaksi wirid dan dzikir setelah shalat banyak sekali sebagaimana yang dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. Untuk mempermudah teman-teman semua, kami sudah membahasnya secara khusus bacaan wirid dan dzikir. Silakan bisa untuk dipelajari pada artikel yang berjudul "Bacaan Wirid dan Dzikir setelah Shalat Wajib/Fardhu"

BERDOA setelah SHOLAT

Setelah selesai membaca wirid dan dzikir, kemudian dilanjutkan dengan berdoa. Sebagai hamba Allah SWT, kita dianjurkan untuk selalu berdoa dimanapun kita berada, apalagi setelah menghadap dan memuji-Nya (sholat dan berdzikir), niscaya Allah SWT akan mengabulkan permintaan hamba-Nya yang berdoa kepadaNya.

Allah SWT berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya :
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu". (QS. Al-Mu'min : 60)
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
Artinya :
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al-Baqarah : 186)
Dalam hadits, diriwayatkan tentang anjuran berdoa:
مَاعَلَى اْلاَرْضِ مُسْلِمٌ يَدْعُواللهَ تَعَالَى بِدَعْوَةٍ اِلاَّ اَتَاهُ اللهُ اِيَّاهَا اَوْصَرَفَ عَنْهُ مِنَ السُّوْءِ مِثْلَهَا مَالَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ اَوْقَطِيْعَةِ رَحِمٍ
Artinya :
"Tiap Muslim di muka bumi yang memohonkan suatu permohonan kepada Allah, pastilah permohonannya itu dikabulkan Allah, atau dijauhkan Allah daripadanya sesuatu kejahatan, selama ia mendoakan sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan kasih sayang." (HR Al-Thurmudzî).
Untuk bacaan doanya, silakan teman-teman pelajari pada artikel yang berjudul "Doa setelah Sholat Fardhu 5 Waktu"

Itulah panduan tata cara sholat subuh 2 raka'at yang dapat kami share pada kesempatan ini. Semoga dengan kita mempalajari dan menghafalnya dapat meningkatkan ibadah sholat wajib kita kepada Allah SWT, serta menjalankan ibadah sholat secara berjama'ah. Karena sholat berjama'ah lebih afdhol daripada sholat sendirian. Terima kasih, semoga bermanfaat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel